Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sabu Raijua, khususnya bidang perpustakaan melaksanakan kegiatan Monitoring, Evaluasi, dan Pelaporan (Monev) perpustakaan sekolah selama dua hari, 21–22 April 2026, pada tiga kecamatan: Kecamatan Sabu Barat, Kecamatan Liae, dan Kecamatan Hawu Mehara. Kegiatan ini bertujuan memotret kondisi riil perpustakaan sekolah, menilai pemanfaatannya, serta menghimpun data pelaporan sebagai dasar pembinaan dan tindak lanjut peningkatan layanan literasi di sekolah.
Kondisi Perpustakaan UPTD SD Negeri 2 Seba dan UPTD SMP Negeri 6 Sabu Barat di Kecamatan Sabu Barat.



Di UPTD SD Negeri 2 Seba, tim menemukan dua gedung perpustakaan. Gedung utama saat ini difungsikan sebagai ruang kelas karena kebutuhan ruang belajar, sedangkan gedung kedua digunakan sebagai ruang perpustakaan. Kondisi ini menunjukkan komitmen sekolah menjaga layanan baca tetap berjalan di tengah keterbatasan ruang.
Sementara itu, UPTD SMP Negeri 6 Sabu Barat memiliki gedung perpustakaan, namun dipakai juga sebagai ruang kelas. Akibatnya, fungsi perpustakaan belum optimal dan penataan koleksi perlu penyesuaian agar tetap mudah diakses siswa.
Kondisi Perpustakaan UPTD SD Inpres Ledemera dan UPTD SMP Negeri 1 Liae di Kecamatan Sabu Liae.




Di UPTD SD Inpres Ledemera, belum tersedia gedung perpustakaan. Aktivitas literasi dilakukan secara sederhana dengan memanfaatkan ruang yang ada. Kondisi ini menjadi catatan penting untuk dukungan sarana ke depan.
Berbeda dengan itu, UPTD SMP Negeri 1 Liae memiliki gedung perpustakaan yang berfungsi normal. Aktivitas baca berjalan seperti biasa, dan penataan buku mendukung kenyamanan siswa dalam mencari bahan bacaan.
Kondisi Perpustakaan UPTD SD Negeri Gurimonearu dan UPTD SMP Negeri 1 Hawu Mehara di Kecamatan Hawu Mehara.




Pada UPTD SD Negeri Gurimonearu, gedung perpustakaan ada, namun digunakan sebagai ruang kelas. Selain itu, buku-buku belum tertata rapi, sehingga perlu pendampingan penataan koleksi agar lebih ramah bagi siswa.
Kondisi menggembirakan terlihat di UPTD SMP Negeri 1 Hawu Mehara. Gedung perpustakaan aktif dan tertata rapi, bahkan tersedia pojok baca yang menarik minat siswa untuk membaca. Praktik baik ini menjadi contoh yang bisa direplikasi di sekolah lain.
Kegiatan monev ini menegaskan bahwa semangat literasi tetap hidup di sekolah-sekolah, meski sebagian menghadapi keterbatasan sarana. Data dan temuan lapangan akan menjadi dasar pembinaan, penataan, dan penguatan fungsi perpustakaan sekolah ke depan.
Sejalan dengan semboyan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia:
“Perpustakaan Hadir Demi Martabat Bangsa”, diharapkan perpustakaan sekolah di Kabupaten Sabu Raijua semakin optimal menjadi ruang belajar yang nyaman, tertib, dan menyenangkan bagi peserta didik, serta menjadi pusat tumbuhnya budaya baca di lingkungan sekolah.